Sabtu, 18 Juni 2016

"RESUME STRATEGI BELAJAR & PEMBELAJARAN"


Nama  : Rani Amalia
NPM   : 201414500755
Dosen  : Mohamad Nurjaman, Mpd.
Tugas  : Resume Strategi Belajar dan Pembelajaran 




I.       TEORI-TEORI BELAJAR
Sebelum kita membahas strategi belajar dan pembelajaran, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu teori-teori belajar. Belajar pada dasarnya memiliki pengertian “perubahan”, dari seseorang yang tidak tahu menjadi tahu, dan dari seseorang yang sudah tahu mengembangkan pengetahuannya menjadi pengetahuan baru. Tetapi terkadang perubahan dari proses belajar hanya terjadi sementara karena tidak digunakan terus menerus. Di sini saya hanya akan membahasa 2 (dua) teori belajar, yaitu:
·         Teori behavioristik, menurut teori ini belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Belajar tidaknya seseorang tergantung pada faktor-faktor kondisional yang diberikan. Stimulus adalah rangsangan yang diterima seseorang dan respon adalah hasil perubahan yang terjadi setelah seseorang menerima stimulus.
Contoh: seorang guru matematika, dengan penjelasan rumus yang jelas dan mudah dipahami akhirnya siswa mampu mengerjakan soal saat ia ulangan.
·         Sibernetik, menurut teori belajar sibernetik tidak ada suatu proses pun yang ideal untuk segala situasi yang cocok untuk semua siswa. Oleh karena itu, sebuah informasi akan dipelajari siswa dengan satu macam proses belajar, tetapi informasi yang sama tadi mungkin akan dipelajari siswa lain dengan cara belajar yang berbeda pula.
Contotoh: seorang siswa lebih suka menggali informasi dan mempelajarinya dari artikel-artikel terkait, sedangkan siswa lain lebih suka menggali informasi dari beberapa video yang tersedia seperti dari youtube.
II.    STRATEGI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Strategi adalah suatu susunan rencana yang dibuat oleh guru atau pengajar yang terdiri dari metode, tujuan, bahan, alat, dan evaluasi. Pengajar harus tepat dalam pemilihan strategi, agar tercapai pembelajaran sesuai dengan tujuan belajar dan pembelajaran. Berikut jenis-jenis strategi:
1.      Ekspositoris, pemilihan strategi ini cocok digunakan dengan keadaan lingkungan sekolah yang tidak memiliki akses internet, penyaluran buku sebagai bahan ajar yang kurang, dan pengetahuan awal yang tidak dimiliki siswa. Tidak hanya faktor ekstern, faktor intern juga sama pentingnya yaitu kemampuan guru sebagai penyampai materi apakah dia cukup mampu dalam menyampaikan materi secara baik dan benar sehingga mampu diterima siswa.
2.      Inkuiri, menurut saya penggunaan ini cocok pada siswa yang telah memiliki pengetahuan awal yang cukup banyak, sehingga mereka bisa memecahkan maslah sendiri. Selain itu wilayah yang sudah terjangkau internet dan penyaluran buku yang cukup serta penjual buku yang mudah ditemukan. Strategi ini bermanfaat agar siswa bisa mandiri dengan mencari bahan pelaran dari berbagai sumber sehingga tidak hanya mengandalakan materi yang diberikan oleh guru.
3.      Kontekstual, strategi ini cocok digunakan berdasarkan tujuan pembelajaran dan pokok bahasan. Karena strategi ini mengkaitkan pokok bahasan dengan aktivitas atau konteks kehidupan sehari-sehari sehingga siswa lebih mudah menerima dan memahaminya.
4.      Campuran, pengajar bisa menggunakan ke 3 (tiga) strategi di atas bila semua dasar pemilihan strategi telah dicapai dan sesuai dengan kondisi atau lingkungan kelas.
                                                                                               
III. HAKIKAT BELAJAR
Setelah kita mengetahui strategi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, selanjtunya saya akan membahas mengenai haikat belajar. Hakikat belajar adalah usaha yang dilaksanakan oleh guru dan siswa setelah penetapan strategi dibuat. Pelaksanaan tersebut mngenai aturan yang dibuat di dalam kelas yang telah di sepakati bersama oleh guru dan siswa, kegiatan belajar mengajar, metode pembelajaran dan media pembelajaran.
·         Aturan dalam kelas, aturan yang disepakati bersama mengenai penghargaan apa yang akan diberikan oleh pengajar bagi siswa yang berprestasi, dan hukuman apa yang akan diberikan bagi siswa yang terlambat, tidak mengerjakan PR, atau bahkan membuat keributan di dalam kelas.
·         Kegiatan belajar mengajar, waktu yang ditetapkan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar apakah akan digunakan sepenuhnya untuk pemberian materi dari pengajar atau pemberian materi dengan cara menampilkan video dan bisa juga dengan kegiatan belajar di luar kelas.
·         Metode pembelajaran, metode dipilih seperti halnya faktor-faktor pemilihan stragi di atas. Pengajar bisa menggunakan 1) metode ceramah bagi jumlah siswa yang cukup banyak 2) metode kerja kelompok agar siswa dapat memecahkan masalah bersama meski terkadang metode ini malah memberatkan sebagian siswa karena tidak semua anggota kelompok berpartisipasi 3) metode karya wisata, agar murid tidak bosan dengan pemberian materi di dalam kelas maka karya wisata bisa dimanfaatkan sebagai alternatif lain dalam pemberian materi 4) metode studi mandiri, siswa membaca sebuah kasus dan melakukan penelitian tanpa ada bimbingan selanjutnya penilaian dilakukan dan guru memberika evaluasi agar penelitian yang dilakukakan siswa lebih baik lagi 5) metode resitasi, metode ini menuntut siswa agar membuat sebuah kesimpulannya dengan pendapatnya sendiri sehingga mendorong siswa agar kreatif.
·         Media pembelajaran, media adalah alat yang digunakan untuk penyampaian materi agar siswa lebih cepat memahami. Media pembelajaran diantaranya a) Teks, sebuah rangkuman materi pelajaran yang digunakan sebagai bahan dalam penyampaian maupun untuk siswa dapat membacanya dan mempelajarinya di rumah. b) Audio, media ini terdiri dari suara latar, music atau rekaman suara sehingga siswa tidak bosan dengan hanya materi dalam modul. c) Visual, terdiri dari gambar, diagram, grafik, bagan, poster sehingga menarik perhatian siswa. Karena manusia cenderung tertarik pada media visual. d) Proyeksi Gambar, termasuk di dalmnya film gerak, program tv, video kaset sehingga bisa mendapat pelajaran secara nyata karena tayangan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

IV. KONSEP BELAJAR
Konsep belajar menurut saya adalah sebuah dasar penentuan atau alasan. Alasan itu yang mendorong seseorang belajar. Konsep belajar pada dasarnya berbeda tergantung pada usia dan kondisi fisik maupun psikis seseorang. Pada usia 0-18 tahun alasan seseorang belajar adalah rasa ingin tahu, kebutuhan, mencapai cita-cita, sedangkan pada usia 18> konsep selain yang di sebutkan tadi yaitu adanya keinginan, untuk mampu berkompetensi, meningkatkan intelektual, dan mengembangkan potensi atau bahkan hanya sekedar mengisi waktu luang.
Selanjutnya pada penggunaan jenis belajar, seseorang yang mempunyai fisik normal cukup berbeda dengan seseorang yang mempunyai fisik kurang normal. Pada kondisi fisik normal jenis belajar yang bisa digunakan cukup beragam seperti belajar wawasan, situasi, keseluruhan, tidak mempunya petunjuk belajar sebelumnya,  intensional, dll. Pada fisik kurang normal bisa menggunakan belajar laten, belajar verbal, belajar produktif, belajar mental, belajar instrumental tetapi tidak menutup kemungkinan seseorang yang mempunya fisik kurang normal untuk menggunakan jenis belajar seperti orang normal lainnya maupun sebaliknya.
Sedangkan pada penggunaan aktivitas belajar seperti mendengarkan, memandang, meraba-mencicipi, mengamati, berfikir, menulis/mencatat, meringkas, mengingat dan praktek bisa digunakan sesuai usia dan keinginannya sendiri. Pada keadaan fisik tidak normal seperti sesorang yang tidak bisa melihat aktivitas belajar yang tidak bisa dia gunakan yaitu memandang dan mengamati, sama halnya dengan sesorang yang tidak tidak bisa mendengar aktivitas belajar yang tidak bisa dia gunakan yaitu mendengar.  
Sedangkan konsep pembelajaran adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja, bertujuan, dan terarah agar terjadi belajar pada diri seseorang. Pembelajaran bisa dilakukan oleh siapa saja, baik itu orang tua, keluarga maupun orang yang mampu memberikan pengajaran.

V.    PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
Guru adalah tolak ukur dalam keberhasilan siswa, baik secara prestasi, pengembangan potensi atau menumbuhkan potensi pada peserta didik serta kemampuan untuk berkompetensi. Prinsip-prinsip yang harus dikembangkan dalam proses belajar, yaitu:
a.       Perhatian dan motivasi, kedua hal ini sangat berkaitan. Untuk menumbuhkan perhatian maka perlu adanya motivasi. Oleh karena itu pentingnya seorang guru untuk menumbuhkan motivasi belajar pada siswa, bahwa belajar adalah suatu kebutuhan yang hasilnya bisa dia pergunakan dalam hal apapun sehingga siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun.
b.      Keaktifan, memberikan kesempatan pada siswa untuk berekspresi, memberikan pendapat, menggunakan metode pembelajaran yang beragam, memberikan pujian dan tugas individu maupun kelompok merupakan salah satu cara untuk membuat siswa aktif dalam kelas.
c.       Keterlibatan langsung, mengajak siswa untuk ikut terlibat langsung seperti dalam hal menyelasaikan tugas, ikut praktek dalam hal penjelasan materi, melakukan berbagai percobaan sehingga dia ikut merasakan dan mendapatkan dampaknya.
d.      Pengulangan, ketika materi minggu lalu sudah di sampaikan maka sebaiknya pada 10 menit pertama sebelum pembelajaran minggu selanjutnya guru menanyakan kembali poin-poin materi minggu lalu agar siswa mengingat terus.
e.       Tantangan, untuk menuju sebuah kesuksesan banyak sekali rintangan yang harus di hadapi. Oleh karena itu guru harus memberikan materi yang menantang agar siswa bergairah dan mampu menghadapi tantangan yang lebih besar dimasa mendatang.
f.       Balikan dan penguatan, keterbukaan dan komunikasi yang dilakukan siswa maupun guru sangatlah penting. Seperti dalam hal pencapaian nilai, sebaiknya di umumkan secara terbuka agar siswa yang mendapat nilai baik bersemangat untuk terus mendapatkan nilai yang baik, sedangkan untuk yang mendapatkan nilai tidak baik menjadikannya motivasi supaya mendapatkan nilai yang baik seperti siswa lainnya.
g.      Perbedaan individu, setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-beda oleh karena itu tugas guru untuk mengetahuinya dan memilih kegiatan belajar seperti apa yang dibutuhkan oleh setiap siswa sehingga perbedaan karakter tersebut tidak menghambat dalam pencapaian tujuan utama belajar.

VI. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR
·         Kondisi psikologis yaitu faktor yang terdapat pada diri seseorang, diantarnya; kecerdasan, bakat, minat, motivasi, perhatian, kematangan, kesiapan dan sikap.
·         Kondisi fisiologis, seperti kondisi fisik seseorang yang belajar apakah dia dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani atau tidak, dan kondisi panca indera (mata, hidung, telinga, dll)
·         Instrumental input, yaitu faktor eksternal berupa guru, kurikulum yang diterapkan, sarana & fasilitas maupun program yang disusun oleh pihak sekolah.
·         Environmental input, yaitu berkaitan dengan lingkungan alam baik berupa suhu, cuaca, maupun udara. serta lingkungan sosial, apakah lingkungan sosial saat dia belajar didukung oleh orang-orang yang mampu bersosialisasi dengan baik atau justru tidak.

VII.          MASALAH-MASALAH BELAJAR
Berikut faktor internal masalah-masalah belajar pada siswa;
Sebelum belajar
Proses belajar
Sesudah belajar
Ciri Khas, minat, kecakapan, pengalaman.
1.      Sikap terhadap belajar
2.      Motivasi belajar
3.      Konsentrasi belajar
4.      Mengolah bahan ajar
5.      Menyimpan perolehan hasil belajar
6.      Menggali hasil belajar yang tersimpan
7.      Kemampuan berprestasi
8.      Rasa percaya diri
9.      Intelegensi & keberhasilan belajar
10.  Kebiasaan belajar
11.  Cita-cita siswa
Prestasi belajar dibidang ilmu pengetahuan, seni, moral, agama, keterampilan, teknologi, dan olahraga bertambah baik.

Faktor eksternal masalah-masalah belajar;
1.      Guru sebagai Pembina siswa belajar tidak mempunyai keterampilan yang cukup sesuai dengan perkembangan jaman, kurangnya wibawa sehingga siswa cenderung tidak menghargai dan tidak menjadikannya sebagai panutan, serta ketidak mampuan dalam berkomunikasi dengan siswa untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh siswa.
2.      Sarana & prasarana pembelajaran yang kurang mendukung dalam proses pembelajaran diantaranya; gedung sekolah, ruang belajar, lapangan, tempat untuk kegiatan ekstrakulikuler, buku pelajaran, dll.
3.      Kebijakan penilaian, guru cenderung lebih menilai pada hasil mata pelajaran dan tidak memperhatian aspek penilaian lain seperti sikap dan kepribadian. Sehingga cenderung menilai ujian akhir sebagai tolak ukur keberhasilan siswa.
4.      Lingkungan sosial siswa di sekolah, penerimaan ataupun penolakan dari teman sebaya cukup memberikan pengaruh baik pada kejiwaan, cara dia berkomunikasi dengan teman maupun semangat dia dalam menerima pelajaran.
5.      Kurikulum, penetapan kurikulum yang berubah-rubah setiap kali terjadinya pergantian pemerintahan akan menimbulkan masalah seperti tujuan yang akan dicapai pendidikan, isi pendidikan, kegiatan belajar mengajar dan evaluasi.
Cara untuk menentukan maslah-masalah belajar, yaitu 1) pengamatan prilaku belajar 2) analisis hasil belajar 3) tes hasil belajar

VIII. MOTIVASI BELAJAR
Motivasi belajar sangat dibutuhkan agar siswa mampu mencapai apa yang dia inginkan selain usaha yang harus dia lakukan . Selain itu dia bisa mengalahkan hambatan yang terjadi pada saat proses belajar. Motivasi dapat diberikan oleh orang tua mapun guru. Motivasi orang tua diantaranya mengontrol perkembangan belajar anak, melakukan pembimbingan, menanamkan pemahaman agama, mengungkapkan harapan-harapan yang realistis, dan mendukung cita-cita anak. Sedangkan motivasi yang dapat diberikan oleh guru diantaranya penggunaan metode mengajar yang tepat, penginformasian yang jelas mengenai tujuan belajar, melibatkan siswa secara aktif, dan berkomunikasi dengan baik.

IX. PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM BELAJAR

1.      Pendekatan individual. Setiap siswa mempunyai kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Maka perlu dilakukannya pendekatan individu agar guru mampu memahami setiap apa yang diinginkan siswa.
2.      Pendekatan kelompok, bertujuan agar siswa mampu bersosialisasi dan membangun keakraban dengan sebayanya atau bahkan mampu bersosialisasi di luar lingkungan sekolah.
3.      Pendekatan pembiasaan, sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus akan menyebabkan pembiasaan. Maka jika seseorang terbiasa melakukan kebaikan hal itu bisa menjadikan sebuah kepribadian.
4.      Pendekatan fungsional, menamkan pada diri siswa bahwa setiap pelajaran yang dia dapatkan semuanya mempunyai fungsi.
Pendekatan pengalaman, pengalaman merupakan guru terbaik. Pengalaman merupakan hal yang telah kita alami atau bahkan hanya sekedar kita lihat dari orang lain. Pengalaman bisa dikatakan mendidik bila sesuai dengan tujuan pendidikan, karena ada beberapa pengalaman yang bersifat tidak mendidik.

"RESUME STRATEGI BELAJAR & PEMBELAJARAN"


Nama  : Rani Amalia
NPM   : 201414500755
Dosen  : Mohamad Nurjaman, Mpd.
Tugas  : Resume Strategi Belajar dan Pembelajaran 




I.       TEORI-TEORI BELAJAR
Sebelum kita membahas strategi belajar dan pembelajaran, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu teori-teori belajar. Belajar pada dasarnya memiliki pengertian “perubahan”, dari seseorang yang tidak tahu menjadi tahu, dan dari seseorang yang sudah tahu mengembangkan pengetahuannya menjadi pengetahuan baru. Tetapi terkadang perubahan dari proses belajar hanya terjadi sementara karena tidak digunakan terus menerus. Di sini saya hanya akan membahasa 2 (dua) teori belajar, yaitu:
·         Teori behavioristik, menurut teori ini belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Belajar tidaknya seseorang tergantung pada faktor-faktor kondisional yang diberikan. Stimulus adalah rangsangan yang diterima seseorang dan respon adalah hasil perubahan yang terjadi setelah seseorang menerima stimulus.
Contoh: seorang guru matematika, dengan penjelasan rumus yang jelas dan mudah dipahami akhirnya siswa mampu mengerjakan soal saat ia ulangan.
·         Sibernetik, menurut teori belajar sibernetik tidak ada suatu proses pun yang ideal untuk segala situasi yang cocok untuk semua siswa. Oleh karena itu, sebuah informasi akan dipelajari siswa dengan satu macam proses belajar, tetapi informasi yang sama tadi mungkin akan dipelajari siswa lain dengan cara belajar yang berbeda pula.
Contotoh: seorang siswa lebih suka menggali informasi dan mempelajarinya dari artikel-artikel terkait, sedangkan siswa lain lebih suka menggali informasi dari beberapa video yang tersedia seperti dari youtube.
II.    STRATEGI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Strategi adalah suatu susunan rencana yang dibuat oleh guru atau pengajar yang terdiri dari metode, tujuan, bahan, alat, dan evaluasi. Pengajar harus tepat dalam pemilihan strategi, agar tercapai pembelajaran sesuai dengan tujuan belajar dan pembelajaran. Berikut jenis-jenis strategi:
1.      Ekspositoris, pemilihan strategi ini cocok digunakan dengan keadaan lingkungan sekolah yang tidak memiliki akses internet, penyaluran buku sebagai bahan ajar yang kurang, dan pengetahuan awal yang tidak dimiliki siswa. Tidak hanya faktor ekstern, faktor intern juga sama pentingnya yaitu kemampuan guru sebagai penyampai materi apakah dia cukup mampu dalam menyampaikan materi secara baik dan benar sehingga mampu diterima siswa.
2.      Inkuiri, menurut saya penggunaan ini cocok pada siswa yang telah memiliki pengetahuan awal yang cukup banyak, sehingga mereka bisa memecahkan maslah sendiri. Selain itu wilayah yang sudah terjangkau internet dan penyaluran buku yang cukup serta penjual buku yang mudah ditemukan. Strategi ini bermanfaat agar siswa bisa mandiri dengan mencari bahan pelaran dari berbagai sumber sehingga tidak hanya mengandalakan materi yang diberikan oleh guru.
3.      Kontekstual, strategi ini cocok digunakan berdasarkan tujuan pembelajaran dan pokok bahasan. Karena strategi ini mengkaitkan pokok bahasan dengan aktivitas atau konteks kehidupan sehari-sehari sehingga siswa lebih mudah menerima dan memahaminya.
4.      Campuran, pengajar bisa menggunakan ke 3 (tiga) strategi di atas bila semua dasar pemilihan strategi telah dicapai dan sesuai dengan kondisi atau lingkungan kelas.
                                                                                               
III. HAKIKAT BELAJAR
Setelah kita mengetahui strategi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, selanjtunya saya akan membahas mengenai haikat belajar. Hakikat belajar adalah usaha yang dilaksanakan oleh guru dan siswa setelah penetapan strategi dibuat. Pelaksanaan tersebut mngenai aturan yang dibuat di dalam kelas yang telah di sepakati bersama oleh guru dan siswa, kegiatan belajar mengajar, metode pembelajaran dan media pembelajaran.
·         Aturan dalam kelas, aturan yang disepakati bersama mengenai penghargaan apa yang akan diberikan oleh pengajar bagi siswa yang berprestasi, dan hukuman apa yang akan diberikan bagi siswa yang terlambat, tidak mengerjakan PR, atau bahkan membuat keributan di dalam kelas.
·         Kegiatan belajar mengajar, waktu yang ditetapkan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar apakah akan digunakan sepenuhnya untuk pemberian materi dari pengajar atau pemberian materi dengan cara menampilkan video dan bisa juga dengan kegiatan belajar di luar kelas.
·         Metode pembelajaran, metode dipilih seperti halnya faktor-faktor pemilihan stragi di atas. Pengajar bisa menggunakan 1) metode ceramah bagi jumlah siswa yang cukup banyak 2) metode kerja kelompok agar siswa dapat memecahkan masalah bersama meski terkadang metode ini malah memberatkan sebagian siswa karena tidak semua anggota kelompok berpartisipasi 3) metode karya wisata, agar murid tidak bosan dengan pemberian materi di dalam kelas maka karya wisata bisa dimanfaatkan sebagai alternatif lain dalam pemberian materi 4) metode studi mandiri, siswa membaca sebuah kasus dan melakukan penelitian tanpa ada bimbingan selanjutnya penilaian dilakukan dan guru memberika evaluasi agar penelitian yang dilakukakan siswa lebih baik lagi 5) metode resitasi, metode ini menuntut siswa agar membuat sebuah kesimpulannya dengan pendapatnya sendiri sehingga mendorong siswa agar kreatif.
·         Media pembelajaran, media adalah alat yang digunakan untuk penyampaian materi agar siswa lebih cepat memahami. Media pembelajaran diantaranya a) Teks, sebuah rangkuman materi pelajaran yang digunakan sebagai bahan dalam penyampaian maupun untuk siswa dapat membacanya dan mempelajarinya di rumah. b) Audio, media ini terdiri dari suara latar, music atau rekaman suara sehingga siswa tidak bosan dengan hanya materi dalam modul. c) Visual, terdiri dari gambar, diagram, grafik, bagan, poster sehingga menarik perhatian siswa. Karena manusia cenderung tertarik pada media visual. d) Proyeksi Gambar, termasuk di dalmnya film gerak, program tv, video kaset sehingga bisa mendapat pelajaran secara nyata karena tayangan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

IV. KONSEP BELAJAR
Konsep belajar menurut saya adalah sebuah dasar penentuan atau alasan. Alasan itu yang mendorong seseorang belajar. Konsep belajar pada dasarnya berbeda tergantung pada usia dan kondisi fisik maupun psikis seseorang. Pada usia 0-18 tahun alasan seseorang belajar adalah rasa ingin tahu, kebutuhan, mencapai cita-cita, sedangkan pada usia 18> konsep selain yang di sebutkan tadi yaitu adanya keinginan, untuk mampu berkompetensi, meningkatkan intelektual, dan mengembangkan potensi atau bahkan hanya sekedar mengisi waktu luang.
Selanjutnya pada penggunaan jenis belajar, seseorang yang mempunyai fisik normal cukup berbeda dengan seseorang yang mempunyai fisik kurang normal. Pada kondisi fisik normal jenis belajar yang bisa digunakan cukup beragam seperti belajar wawasan, situasi, keseluruhan, tidak mempunya petunjuk belajar sebelumnya,  intensional, dll. Pada fisik kurang normal bisa menggunakan belajar laten, belajar verbal, belajar produktif, belajar mental, belajar instrumental tetapi tidak menutup kemungkinan seseorang yang mempunya fisik kurang normal untuk menggunakan jenis belajar seperti orang normal lainnya maupun sebaliknya.
Sedangkan pada penggunaan aktivitas belajar seperti mendengarkan, memandang, meraba-mencicipi, mengamati, berfikir, menulis/mencatat, meringkas, mengingat dan praktek bisa digunakan sesuai usia dan keinginannya sendiri. Pada keadaan fisik tidak normal seperti sesorang yang tidak bisa melihat aktivitas belajar yang tidak bisa dia gunakan yaitu memandang dan mengamati, sama halnya dengan sesorang yang tidak tidak bisa mendengar aktivitas belajar yang tidak bisa dia gunakan yaitu mendengar.  
Sedangkan konsep pembelajaran adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja, bertujuan, dan terarah agar terjadi belajar pada diri seseorang. Pembelajaran bisa dilakukan oleh siapa saja, baik itu orang tua, keluarga maupun orang yang mampu memberikan pengajaran.

V.    PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
Guru adalah tolak ukur dalam keberhasilan siswa, baik secara prestasi, pengembangan potensi atau menumbuhkan potensi pada peserta didik serta kemampuan untuk berkompetensi. Prinsip-prinsip yang harus dikembangkan dalam proses belajar, yaitu:
a.       Perhatian dan motivasi, kedua hal ini sangat berkaitan. Untuk menumbuhkan perhatian maka perlu adanya motivasi. Oleh karena itu pentingnya seorang guru untuk menumbuhkan motivasi belajar pada siswa, bahwa belajar adalah suatu kebutuhan yang hasilnya bisa dia pergunakan dalam hal apapun sehingga siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun.
b.      Keaktifan, memberikan kesempatan pada siswa untuk berekspresi, memberikan pendapat, menggunakan metode pembelajaran yang beragam, memberikan pujian dan tugas individu maupun kelompok merupakan salah satu cara untuk membuat siswa aktif dalam kelas.
c.       Keterlibatan langsung, mengajak siswa untuk ikut terlibat langsung seperti dalam hal menyelasaikan tugas, ikut praktek dalam hal penjelasan materi, melakukan berbagai percobaan sehingga dia ikut merasakan dan mendapatkan dampaknya.
d.      Pengulangan, ketika materi minggu lalu sudah di sampaikan maka sebaiknya pada 10 menit pertama sebelum pembelajaran minggu selanjutnya guru menanyakan kembali poin-poin materi minggu lalu agar siswa mengingat terus.
e.       Tantangan, untuk menuju sebuah kesuksesan banyak sekali rintangan yang harus di hadapi. Oleh karena itu guru harus memberikan materi yang menantang agar siswa bergairah dan mampu menghadapi tantangan yang lebih besar dimasa mendatang.
f.       Balikan dan penguatan, keterbukaan dan komunikasi yang dilakukan siswa maupun guru sangatlah penting. Seperti dalam hal pencapaian nilai, sebaiknya di umumkan secara terbuka agar siswa yang mendapat nilai baik bersemangat untuk terus mendapatkan nilai yang baik, sedangkan untuk yang mendapatkan nilai tidak baik menjadikannya motivasi supaya mendapatkan nilai yang baik seperti siswa lainnya.
g.      Perbedaan individu, setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-beda oleh karena itu tugas guru untuk mengetahuinya dan memilih kegiatan belajar seperti apa yang dibutuhkan oleh setiap siswa sehingga perbedaan karakter tersebut tidak menghambat dalam pencapaian tujuan utama belajar.

VI. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR
·         Kondisi psikologis yaitu faktor yang terdapat pada diri seseorang, diantarnya; kecerdasan, bakat, minat, motivasi, perhatian, kematangan, kesiapan dan sikap.
·         Kondisi fisiologis, seperti kondisi fisik seseorang yang belajar apakah dia dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani atau tidak, dan kondisi panca indera (mata, hidung, telinga, dll)
·         Instrumental input, yaitu faktor eksternal berupa guru, kurikulum yang diterapkan, sarana & fasilitas maupun program yang disusun oleh pihak sekolah.
·         Environmental input, yaitu berkaitan dengan lingkungan alam baik berupa suhu, cuaca, maupun udara. serta lingkungan sosial, apakah lingkungan sosial saat dia belajar didukung oleh orang-orang yang mampu bersosialisasi dengan baik atau justru tidak.

VII.          MASALAH-MASALAH BELAJAR
Berikut faktor internal masalah-masalah belajar pada siswa;
Sebelum belajar
Proses belajar
Sesudah belajar
Ciri Khas, minat, kecakapan, pengalaman.
1.      Sikap terhadap belajar
2.      Motivasi belajar
3.      Konsentrasi belajar
4.      Mengolah bahan ajar
5.      Menyimpan perolehan hasil belajar
6.      Menggali hasil belajar yang tersimpan
7.      Kemampuan berprestasi
8.      Rasa percaya diri
9.      Intelegensi & keberhasilan belajar
10.  Kebiasaan belajar
11.  Cita-cita siswa
Prestasi belajar dibidang ilmu pengetahuan, seni, moral, agama, keterampilan, teknologi, dan olahraga bertambah baik.

Faktor eksternal masalah-masalah belajar;
1.      Guru sebagai Pembina siswa belajar tidak mempunyai keterampilan yang cukup sesuai dengan perkembangan jaman, kurangnya wibawa sehingga siswa cenderung tidak menghargai dan tidak menjadikannya sebagai panutan, serta ketidak mampuan dalam berkomunikasi dengan siswa untuk mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh siswa.
2.      Sarana & prasarana pembelajaran yang kurang mendukung dalam proses pembelajaran diantaranya; gedung sekolah, ruang belajar, lapangan, tempat untuk kegiatan ekstrakulikuler, buku pelajaran, dll.
3.      Kebijakan penilaian, guru cenderung lebih menilai pada hasil mata pelajaran dan tidak memperhatian aspek penilaian lain seperti sikap dan kepribadian. Sehingga cenderung menilai ujian akhir sebagai tolak ukur keberhasilan siswa.
4.      Lingkungan sosial siswa di sekolah, penerimaan ataupun penolakan dari teman sebaya cukup memberikan pengaruh baik pada kejiwaan, cara dia berkomunikasi dengan teman maupun semangat dia dalam menerima pelajaran.
5.      Kurikulum, penetapan kurikulum yang berubah-rubah setiap kali terjadinya pergantian pemerintahan akan menimbulkan masalah seperti tujuan yang akan dicapai pendidikan, isi pendidikan, kegiatan belajar mengajar dan evaluasi.
Cara untuk menentukan maslah-masalah belajar, yaitu 1) pengamatan prilaku belajar 2) analisis hasil belajar 3) tes hasil belajar

VIII. MOTIVASI BELAJAR
Motivasi belajar sangat dibutuhkan agar siswa mampu mencapai apa yang dia inginkan selain usaha yang harus dia lakukan . Selain itu dia bisa mengalahkan hambatan yang terjadi pada saat proses belajar. Motivasi dapat diberikan oleh orang tua mapun guru. Motivasi orang tua diantaranya mengontrol perkembangan belajar anak, melakukan pembimbingan, menanamkan pemahaman agama, mengungkapkan harapan-harapan yang realistis, dan mendukung cita-cita anak. Sedangkan motivasi yang dapat diberikan oleh guru diantaranya penggunaan metode mengajar yang tepat, penginformasian yang jelas mengenai tujuan belajar, melibatkan siswa secara aktif, dan berkomunikasi dengan baik.

IX. PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM BELAJAR

1.      Pendekatan individual. Setiap siswa mempunyai kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Maka perlu dilakukannya pendekatan individu agar guru mampu memahami setiap apa yang diinginkan siswa.
2.      Pendekatan kelompok, bertujuan agar siswa mampu bersosialisasi dan membangun keakraban dengan sebayanya atau bahkan mampu bersosialisasi di luar lingkungan sekolah.
3.      Pendekatan pembiasaan, sesuatu yang dilakukan secara terus-menerus akan menyebabkan pembiasaan. Maka jika seseorang terbiasa melakukan kebaikan hal itu bisa menjadikan sebuah kepribadian.
4.      Pendekatan fungsional, menamkan pada diri siswa bahwa setiap pelajaran yang dia dapatkan semuanya mempunyai fungsi.
Pendekatan pengalaman, pengalaman merupakan guru terbaik. Pengalaman merupakan hal yang telah kita alami atau bahkan hanya sekedar kita lihat dari orang lain. Pengalaman bisa dikatakan mendidik bila sesuai dengan tujuan pendidikan, karena ada beberapa pengalaman yang bersifat tidak mendidik.